Senin, 16 Maret 2009

PERAN PERPUSTAKAAN PERGURUAN TINGGI DALAM MENINGKATKAN KUALITAS SDM

PERPUSTAKAAN SEBAGAI JANTUNG PENDIDIKAN DI PGT, MAKA SARANA PRASARANA HARUS TERUS DIBENAHI BEGITU JUGA LAYANAN PERPUSTAKAAN HARUS TERUS DITINGKATKAN.

Pendahuluan

Perkembangan pesat ilmu pengetahuan dan teknologi dewasa ini telah mampu melahirkan dan membawa sejumlah dampak serta implikasi tersendiri bagi kehidupan umat manusia. Baik dalam cara berfikir, berprilaku maupun dalam kegiatan kerja sehari-hari, manusia tidak lepas dari terpaan pengaruh ilmu pengetahuan dan teknologi. Hal ini dimungkinkan, disamping sifat yang kohesif pada iptek itu sendiri juga dimungkinkan karena pengaruh ledakan informasi yang kian hebat.
Dalam menghadapi pengaruh iptek dengan ledakan informasi tersebut, maka Perguruan Tinggi (PGT) diharapkan memainkan peranannya, dimana dari PGT ini, dapat melahirkan kaum elit intelektual yang mampu mengadakan “transfer of technology” juga mampu mengadakan perubahan-perubahan. Karena itu, dalam Kebijaksanaan Dasar Pengembangan Pendidikan Tinggi (KDPPT) dikatakan: pendidikan tinggi harus dapat menghubungkan keadaan sekarang dan masa depan, harus dapat mengusahakan ditemukannya arah modernisasi yang dituju yaitu menuju kepada pembangunan masyarakat dikemudian hari. Sehubungan dengan persoalan tersebut maka jelas dipundak PGT diemban sebagai salah satu sarana pembangunan manusia kini dan masa mendatang. Oleh karena itu PGT sebagai pemegang Tri Dharma, mempunyai kewenangan untuk mencari hal baru yang dapat memberikan sumbangan kearah terlaksananya proses alih iptek. Selain itu melalui mereka ( baca : Mahasiswa) diharapkan dapat mengarahkan masyarakat Indonesia menuju masa depan yang lebih baik, artinya dari mahasiswa sebagai “agen of social progress” dapat mempersenyawakan kemajuan iptek kaitannya dengan kebutuhan masyarakat Indonesia.
Untuk dapat memainkan peran tersebut, sudah selayaknya mahasiswa tidak hanya berpangku tangan saja, melainkan harus berjuang lebih giat dalam belajar serta lebih memperluas pengetahuan dalam memperkaya khasanah pengetahuan mereka. Berkaitan dengan itu, untuk dapat mengembangkan dan memperluas cakrawala pengetahuan tersebut, mahasiswa dapat memperolehnya melalui pusat sumber belajar. Salah satu pusat sumber belajar yang ekonomis, praktis dan demokratis yaitu Perpustakaan.

Perpustakaan Perguruan Tinggi : Pusat Sumber Belajar.

Kehadiran Perpustakaan ditengah-tengah kehidupan PGT adalah untuk membantu memperlancar dan mempertinggi kualitas pelaksanaan program PGT melalui pelayanan informasi. Karena itu Perpustakaan PGT sangat berperan sebagai sarana penunjang pelaksanaan Tri Dharma yaitu dibidang pendidikan dan pengajaran, bidang penelitian dan di bidang pengabdian pada masyarakat.
Dalam menunjang pelaksanaan Program Tri Dharma dibidang pendidikan dan pengajaran, perpustakaan dapat memberikan informasi sesuai dengan kurikulum atau program akademis di PGT itu sendiri, sekaligus memperkaya pengetahuan dosen dan mahasiswa, mempertinggi kualitas pengajaran dosen dan mempertinggi hasil belajar mahasiswa. Pelaksanaan dibidang penelitian, peranan Perpustakaan PGT dapat menyediakan informasi yang relevan sebagai sumber referensi bagi suatu penelitian. Dan pelaksanaan dibidang pengabdian pada masyarakat perpustakaan PGT dapat berperan sebagai penyebarluasan informasi hasil penelitian ilmiah, merupakan bahan yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas.
Berdasarkan hal tersebut jelas konsekwensinya isi koleksi Perpustakaan PGT harus mencearminkan fungsi dan program PGT yang bersangkutan. Untuk menentukan berhasil tidaknya suatu misi perpustakan hal ini akan mencakup berbagai faktor. Ingat bahwa fungsi Perpustakaan PGT adalah “….the prime fungction of the university library is to provide facilities for study and research for member of us owan institution.” ( James Thomson : 1970). Dengan demikian keberhasilan pemanfaatan dan pendayagunaan perpustakaan oleh para mahasiswa, bukanlah suatu system yang berdiri sendiri, melainkan tergantung pada berbagai faktor antara lain adalah faktor koleksi relevansinya dengan kurikulum, system pengajaran dan tenaga perpustakaan. ( baca : Pustakawan).

Faktor Koleksi

Seperti telah dikemukakan sebelumnya bahwa Perpustakaan PGT adalah merupakan penunjang Program Tri Dharma. Oleh karena itu perpustakaan harus berperan sebagai “learning resource center,” maka koleksi perpustakaan harus selaras dengan kurikulum yang jadi anutan di PGT yang bersangkutan, tetapi juga harus ada relevansinya dengan perkembangan iptek serta sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan masyarakat. Tanpa adanya keselarasan ini, akan sulit mewujudkan fungsi dan peran perpustakaan sebagai penunjang program Tri Dharma PGT.

Faktor system pengajaran.

Agar koleksi perpustakaan dimanfaatkan oleh para mahasiswa, hanya akan terwujud apabila ditunjang dengan bentuk pengajaran yang baik pula, yaitu pengajaran tidak bersifat satu arah atau otoriter. Dalam bentuk pengajaran otoriter mahasiswa hanya jadi pendengar yang aktif cukup dosen saja. Metode seperti ini tidak menguntungkan karena seolah-olah mahasiswa dianggap cukup menelan mentah-mentah apa yang diajarkan oleh dosen tersebut, atau ditambah lagi bila hanya cukup menghapal diktat yang ditulis oleh dosen bersangkutan. Dalam keadaan demikian bagaimana mahasiswa bisa datang ke perpustakaan untuk memperluas dan memperkaya pengetahuannya.? Jadi untuk dapat dimanfaatkan koleksi perpustakaan oleh mahasiswanya, selain bentuk pengajaran dengan CBMA ( baca : Cara Belajar Mahasiswa Aktif), tetapi kerjasama antara dosen dan pustakawan PGT harus dibina, agar perpustakaan dapat didayaguknakan secara maksimal sesuai dengan program kurikulum bersangkutan.
Dengan metode mengajar yang menjadikan suasana dialog antara dosen dan mahasiswa, mau tidak mau, mereka akan sama-sama mempersiapkan diri untuk beradu argumentasi. Disamping itu dosen harus tetap terbiasa memberikan tugas kepada mahasiswa dengan topik tertentu yang dapat dikembangkan dengan referensi yang ada di perpustakaan. Dengan demikian, selain materi kuliah bisa dikuasai mahasiswa , tetapi juga akan dapat menambah dan memperluas cakrawala berfikir mahasiswa kearah yang konstruktif, sehingga akhirnya misi PGT sebagai pengemban Tri Dharma dapat tercapai.

Faktor Tenaga Perpustakaan

Kemampuan tenaga perpustakaan ( Pustakawan) PGT agar dapat meningkatkan pengetahuan pemakainya diperlukan pustakawan yang professional, yaitu pustakawan yang mempunyai cakrawala berfikir yang luas, yang mengerti dan memahami situasi dan kondisi para pemakainya. Selain itu pustakawan harus menyadari tugasnya, karena akan membantu pemakai khususnya para mahasiswa dalam mencari informasi yang dibutuhkannya. Bahkan pustakawan harus mampu mengikuti perkembangan iptek dan mengaplikasikan teknologi informasi dalam pengelolaaan informasinya. Para mahasiswa datang ke perpustakaan karena memerlukan informasi. Mereka bertanya tentang berbagai masalah di perpustakaan tentu pada pustakawan. Kalau pustakawannya acuh tak acuh untuk menjawab atau tidak mau menunjukkan informasi itu disimpan, apalagi mengatakan tidak tahu. Hal ini akan menjatuhkan citra perpustakaan itu sendiri. Pustakawan PGT sudah seharusnya tidak mengatakan tidak tahu, walaupun memang ia tidak tahu. Maksudnya pustakawan harus mempunyai strategi tersendiri untuk menyampaikan ketidaktahuannya dengan mencoba mencarikan jalan keluarnya agar pengunjung bisa mencarinya walaupun bukan di perpustakaan itu sendiri. Pustakawan harus dapat menetapkan dan menyediakan informasi baru, informasi yang sesuai dengan arus “ledakan iptek” yang setiap harinya terus berubah, sehingga dapat memuaskan kebutuhan pemakainya. Jadi pustakawan bukan hanya menyelanggarakan peminjaman buku, tetapi lebih dari itu pustakawan harus dapat menyediakan informasi berupa indeks, Katalog induk dari berbagai perpustakaaan, abstrak, jasa silang layan informasi, jasa penelusuran baik manual maupun elektronik, jasa informasi yang terseleksi dan lain sebagainya. Apalagi sekarang yang serba digital, dengan HP saja orang sudah mudah mendapatkan informasi, karena itu internet sudah seharusnya ada diperpustakaan, karena perpustakaan digital atau perpustakaan elektronik sudah seharusnya diterapkan di Perpustakan PGT di Indonesia, kalau tidak bangsa kita akan jauh tertinggal dengan bangsa lain.
Dengan tenaga kerja ( Pustakawan) Perpustakaan PGT tersebut, akan dapat berfungsi dan berperan sebagai penunjang kurikulum sekaligus dapat menunjang PGT sebagai pengemban Tri Dharma. Sehingga akan menentukan kualitas pelaksanaan pelayanan perpustakaan.
Akhirnya peran perpustakakaan sebagai pusat sumber belajar akan dapat menunjang studi mahasiswa, terutama dalam menambah dan memperluas cakrawala pengetahuan, akan dapat melahirkan kaum intelektual pembangunan yang dapat melahirkan sumber daya manusia berkualitas serta membangun masyarakat dan lingkungannya. sekaligus melahirkan generasi yang berani merintis jalan baru dalam pembangunan bangsa.
( Penulis : Iswara Rusniady : Pustakawan Perpusda Jambi)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar